Jumat, 25 Desember 2009

Hemmm, where must I start now,,,

Menulis, mengapa tidak?
Itu yang menjadi sebuah ungkapan yang sangat jarang ditemukan sekarang ini. Padahal tekhnologi komunikasi sudah berada di atas angin sehingga mudah mendapatkannya. Ambil komputermu, ambil penamu, mulailah menulis.

Kenapa gue katakan demikian?
Nilai menulis itu sangat berharga menurut gue. Kita belajar dengan menulis. Kita mengingat dengan menulis. Dan kita berkomunikasi dengan menulis. Seandainya tulisan itu tidak ada, bayangkan jika tidak ada lagi orang yang menurunkan budaya menulis kepada anak-anaknya, mungkin dunia sudah hampa tanpa tulisan. Tidak ada berita, tidak ada cerita, dan tidak ada sejarah.

Menulis cerita adalah sebuah cara yang baik untuk mengembangkan otak kanan. Menghayal, berimajinasi dan menuangkannya dalam kata-kata indah. Bahkan menurut penelitian, otak kanan adalah memori terbesar otak, atau bersifat permanen. Sedangkan otak kiri hanyalah bersifat sementara dan mudah lupa. Jadi kuatkanlah ingatanmu dengan menulis dan berimajinasi.

Mungkin orang-orang belum tentu suka dengan tulisan kita. Tapi yakinlah tulisamu yang terbaik. Bahkan pengarangpun akan kalah dengan tulisanmu soal khas-nya. Tidak ada tulisan yang persis sama di dunia ini. Masing-masing tulisan menggambarkan kepribadian masing-masing. Dan itulah sebuah prestasi yang dimiliki orang. Semua orang berbakat dalam menulis.
Yakinlah seperti gue. Bahwa setiap kata kita mempunyai arti. Tulisan adalah hati. Sebuah karangan adalah pemikiran jenius sang penulis yang susah ditebak dalam karyanya. Dan perlahan orang-orang akan menyadarinya. Betapa berharga tulisan kita....

Cerita yang sebelumnya mungkin kutunda dulu,
Sehari ini ku pingin curhat, mengisi setiap kata di dalam blogku ini,
Kenapa aku mencintai dia?
Kenapa mencintai dia?
Kenapa dia dan aku?
dia dan aku,
dia

Setiap kata yang terpampang hanyalah Mr.A ,
Seakan otakku diprogram untuk menyebut namanya saja,
Haaah,

Bodoh yah,

Semuanya berpengaruh bagiku,
Sering melamun karenanya,
Seakan Dia yang terbaik bagiku,
Aku cinta dia...

Egois,
Aku selalu berpikir demikian,
Aku memang agois,
aku nggak boleh begini terus,
Dia mungkin sudah punya pujaan hatinyai,
dan mungkin juga itu bukan aku.
Tapi tetap saja, setiap kali ku berpikir seperti itu,
Aku tak bisa berhenti menyebut namanya,,,

Sekarang ku di sini menulis sambil memikirkannya,

Aku memang cewek payah,
Kata temanku, jangan pernah terlalu mencintai cwo,
Tapi, kenapa?
Apa yang salah jika ku benar-benar cinta?


Aku cuman bisa curhat di blog ini, blog yang takkan pernah dibukanya,
Walau terlihat seperti pengecut dan cewek yang lemah, tapi, itulah aku,
Aku ingin menulis tentang semua perasaanku di sini, meluapkan semuanya,
Hingga perasaanku kembali lega,


Dan aku benar-benar ingin,
Aku sayang dia, ,
Aku cinta dia,
Aku merindunya,

Aku benar-benar bingung,
Ya Allah, kenapa kau berikan cinta,
Padahal cinta itu menyiksa seperti ini,
Aku benar-benar nggak tahan kalau begini,
menggantung........


Pernah seseorang merasakan cinta?
Dulu kurasa cinta itu hanyalah main-main, bukanlah suatu yang serius, dan hanyalah ungkapan kata.
Cinta kukira hanyalah sebuah kata yang ditujukan kepada seseorang untuk membuat orang tersebut menyukai kita.
Hasilnya, sekarang aku benar-benar menderita demam cinta sungguhan.

Aku mengerti bagaimana rasa Cinta itu.
Menyebalkan,
Menyenangkan,
Memuakkan,
Dan, aneh.

Tak bisa henti untuk menyebut namanya. Beban pikiran hanya tertuju ke dia. Setiap hari hanya merindukan dia. Tak kuasa hati terus memujinya.

Aku kira orang gila cinta itu tidak ada. Tapi sekarang aku merasakannya.

Sayang dia tidak tahu, betapa aku mencintainya. Betapa aku merindukannya betapa aku menyayanginya.walaupun belum sepenuhnya mengenal dirinya.


Sebelum, aku sering mempermainkan seseorang dengan cinta.
Tapi sekarang malah aku yang dipermainkan cinta.


I Love U ,,,






Tidak ada komentar:

Posting Komentar